Pulau Kakaban - (foto by New york times)

Danau Kakaban, Surga Kekayaan Biologi di Berau Kalimantan Timur

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, DESTINASI – Danau Kakaban adalah sebuah danau  yang terletak di tengah Pulau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

 Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yakni zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut ditambah air tanah dan air hujan terperangkap tidak bisa keluar dan akhirnya menjadi danau. 

Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, air Danau Kakaban lantas menjadi lebih tawar. 

Perubahan ini berdampak juga pada adaptasi fauna laut yang ada di dalam danau itu. Ubur-ubur misalnya, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari.

Selama ribuan tahun, danau yang sering disebut sebagai kerajaan ubur-ubur ini tentu saja menciptakan suatu ekosistem tersendiri yang sangat unik, termasuk keberadaan empat jenis ubur-ubur, salah satunya yakni ubur-ubur jenis Cassiopea.

Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Danau Ubur-ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Ini berarti Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya.

Seorang ahli kelautan berkebangsaan Kanada, Dr. Thomas Tomascik mengatakan bahwa Pulau Kakaban merupakan surga kekayaan biologi yang ada di Indonesia. Misteri bagaimana hewan dan tumbuhan yang terisolasi dalam danau ini merupakan salah satu objek yang sangat diminati oleh ilmuwan untuk diungkap. 

Pulau Kakaban dalam bahasa daerah bermakna pulau yang “memeluk”‘. Jadi Pulau Kakaban artinya “sebuah pulau yang memeluk danau.”

Satu hal yang harus diingat jika Anda ingin menikmati keindahan Danau Kakaban yakni dilarang menggunakan tabir surya untuk mencegah tercemarnya air danau saat bersnorkeling.

Agar ubur-ubur tidak terluka, para pengunjung juga dilarang untuk langsung melompat langsung ke danau, termasuk dilarang mengunakan kaki katak serta larangan untuk mengangkat ubur-ubur ke atas permukaan air.

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami