Pak Saiful saat menyemprotkan disinfektan - (foto istimewa)

Hal Sepele Itu Bernama Kepedulian

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id,CATATANKAKI – Saya memotret momen tersebut di jalan Syekh Yusuf, perbatasan Gowa dan Makassar, Sabtu sore, 16 Mei 2020, dengan handphone pinjaman. Bapak polisi dalam foto itu bernama Saiful. Pangkatnya Bripka. Dia polisi lalu lintas yang bertugas di Polsek Sombaopu, Gowa.

Jangan tanyakan usia, alamat, apalagi keluarganya, saya tak bertanya sejauh itu. Namanya saya tahu karena tertulis di baju dinasnya. Pangkat dan tempat kerjanya, saya tahu dari seorang rekannya yang sore itu juga bertugas di jalan Syekh Yusuf. Sementara penjelasan tentang kenapa ia ikut menyemprot disinfektan ke para pengguna jalan, saya tanyakan langsung ke yang bersangkutan.

“Di sini kan bukan cuma dari TNI-Polri yang bertugas, pak, ada juga adek-adek dari PMI. Saya cuma berniat membantu ji. Sambil atur lalu lintas, sekalian mi juga saya semprot kendaraan yang mau masuk ke wilayah Gowa,” jelasnya.

Saat itu waktu buka puasa tinggal hitungan menit. Alat penyemprot disinfektan sudah lepas dari punggungnya. Berulang kali dia menyeka keringat. “Berat tawwa, pak,” katanya lagi. Kali ini sambil senyum.

Pak Saiful bilang, ini kali kedua ia memanggul alat penyemprotan disinfektan itu. “Tadi pagi juga, pak. Tadi saya diajar cara pakenya sama adek-adek dari PMI. Berat, pak. Makanya tadi saya bantu-bantu. Puasa tawwa, pak,” imbuhnya.

Polisi lalu lintas itu telah 13 hari menghabiskan waktunya di Posko Pengamanan Covid-19. Posko tempatnya bertugas tak jauh dari pertigaan Kompleks Minasa Upa. Selain rekan sesama polisi dari unit lainnya, di poskonya juga ada beberapa anggota TNI. mereka solid. sudah beberapa kali para pimpinan daerah melakukan sidak, Pak Saiful dkk lolos dari teguran. Beberapa hari terakhir, tim mereka bertambah. Anak-anak muda tangguh dari PMI Gowa datang dengan alat penyemprot disinfektan.

Pak Saiful bukan perwira tinggi dengan melati apalagi bintang di kerah baju. Dia cuma polisi lalu lintas biasa. Kerja sesuai perintah dan laksanakan tugas sebaik-baiknya adalah menu harian. Pagi, siang, malam. Terkadang sampai subuh.

Pak Saiful juga bukan cerdik cendikia bertitel master, doktor apalagi profesor. Dia hanya polisi lalu lintas yang tugasnya memastikan jalan-jalan raya di Gowa tidak macet, aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Saat PSBB, tugasnya bertambah.

Polisi lalu lintas biasa itu telah membuatku cemburu di Sabtu sore. Saya yakin waktu itu dia lagi capek, haus dan lapar apalagi. Dia puasa. Baju dinasnya malah sudah basah oleh keringat. Tapi dengan semua itu, dia masih menyempatkan untuk berbagi beban dengan orang lain.

Mungkin ada yang menganggap apa yang dilakukan polisi lalu lintas itu adalah hal yang sepele, biasa saja dan bukan sesuatu yang luar biasa. Iya, apa yang dilakukannya memang sederhana, sekali malah. Tapi hal sepele seperti itu yang sebenarnya kian langka di negeri ini. Namanya, kepedulian!

Penulis,

Abo Stanley

Makassar, 17 Mei 2020

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami