Ilustrasi : Pemandangan dari puncak Gunung Bawakaraeng - (foto by redaksi)

HUT RI ke-75, PKD Mapala se-Sulsel Sasar Gunung Bawakaraeng

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idBERITA – Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala tingkat perguruan tinggi se-Sulawesi Selatan menggelar kegiatan berupa rehabilitasi lahan konservasi Gunung Bawakaraeng.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-75 tersebut, mengusung  tema, “Merajut Cinta Para Pegiat Alam Bebas Dalam Pemulihan Ekosistem Bawakaraeng”.

Kepada KataKerja.id, Kamis (13/8/2020), ketua panitia kegiatan, Rahmat Kurnia menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti semua lembaga yang tergabung dalam Pusat Koordinasi Daerah Mapala se-Sulsel tersebut, juga akan melibatkan para pencinta alam lainnya, masyarakat setempat dan instansi terkait.

“Selain penanaman pohon, ada juga beberapa agenda lainnya, diantaranya Focus Group Discussion (FGD, red), pemeriksaan kesehatan dan aksi bersih,” terang mahasiswa pecinta alam yang akrab disapa Owa’ ini.

Kegiatan itu menurutnya merupakan langkah konkret terkait kian parahnya kerusakan hutan di kawasan konservasi Gunung Bawakaraeng.  Untuk FGD imbuh Owa’, akan mengusung tema, “Peran Pegiat Alam Bebas dan Masyarakat Dalam Penjagaan dan Pemeliharaan Ekosistem bawakaraeng.”

Sementara untuk aksi penanaman pohonnya akan difokuskan di kawasan krisis di lahan konservasi Gunung Bawakaraeng dan untuk aksi bersihnya akan dilaksanakan di sepanjang jalur pendakian di gunung tersebut. “Kalo untuk pemeriksaan kesehatannya, kami akan fokuskan bagi masyarakat setempat,” imbuhnya.

Owa’ menjelaskan, permasalahan lahan kritis telah mempengaruhi tata guna lahan sejak dahulu, tetapi selama ini belum ditemukan kebijakan yang secara komprehensif berupaya memperbaiki permasalahan lahan kritis di Indonesia, khususnya di daerah pegunungan seperti di kawasan Gunung Bawakaraeng.

“Harus ada kebijakan dan tindakan komprehensif yang berupaya memperbaiki permasalahan lahan kritis untuk mencegah terjadinya degradasi kualitas lingkungan,” terang mahasiswa yang tergabung di Mahasiswa Pencinta Alam Sultan Alauddin (Mapalasta) UINAM tersebut.

Semua rangkaian kegiatan yang akan di laksanakan mulai tanggal 13 hingga 18 Agustus 2020 itu lanjut Owa’, akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Beberapa tahun terakhir, alih fungsi hutan menjadi satu dari sekian banyak penyebab kian parahnya kerusakan lingkungan di kawasan konservasi Gunung Bawakaraeng.

Longsor besar tercatat pernah terjadi di gunung yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulsel tersebut pada tanggal 26 Maret 2004. Longsor tersebut menewaskan sekitar 30 orang penduduk di kaki Gunung Bawakaraeng dan menimbun ribuan areal sawah dan perkebunan. Longsor juga mengakibatkan daerah aliran Sungai Jeneberang tertimbun material longsor.

Gunung Bawakaraeng selama ini menjadi destinasi favorit para pencinta alam dan masyarakat umum. Tak hanya untuk melakukan pendakian,sejumlah lokasi di kawasan Gunung Bawakaraeng kini juga kerap digunakan sebagai lokasi wisata, terutama saat akhir pekan.

 

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami