La Nina - (design by int)

La Nina Datang Lebih Awal

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, CATATANKAKI – Musim hujan datang lebih awal. Ini karena La Nina. Tapi bukan Nina, kawan saya yang hobi mengoleksi ‘Aglonema’ dan ‘Janda Bolong’. Nina yang ini malah girang karena ada hujan. Ia tak perlu lagi ambil air seember untuk menyiram tanaman hiasnya.

La Nina yang saya maksud justru bikin khawatir. Datang lebih awal di saat sebagian besar umat manusia belum melakukan mitigasi bencana. 

Menurut Wikipedia, La Nina adalah pola cuaca yang rumit dan kompleks yang terjadi tiap beberapa tahun sekali, sebagai akibat dari variasi suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik yang dekat atau berada di garis khatulistiwa. Fenomena ini terjadi karena hembusan angin yang kuat meniup air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan melewati Pasifik menuju wilayah timur Indonesia.

Lalu apa dampak La Nina di Indonesia? Masih dari Wikipedia, dampak utama dari fenomena La Nina terhadap wilayah Indonesia adalah peningkatan curah hujan di wilayah tengah dan timur Indonesia sebagai akibat dari menghangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia. 

Selain itu, fenomena ini dapat menyebabkan musim hujan yang lebih panjang atau musim kemarau yang basah di wilayah Indonesia dan peningkatan curah hujan yang signifikan pada saat musim hujan berlangsung, sehingga bencana hidrometeorologi rawan terjadi di pelbagai wilayah Indonesia.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, tanah longsor, hingga puting beliung. La Nina juga dapat menyebabkan gagal panen, seperti yang terjadi pada 2018, di mana fenomena La Nina terjadi di sebagian wilayah Indonesia dan berdampak pada gagal panen. Hal ini membuat harga beras menjadi tinggi.

Untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya La Nina, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan sejak Oktober hingga November 2020.

Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah bagian barat.

Kemudian Gorontalo, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Pulau Buru bagian utara, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah. Adapun puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Siapkah kita menghadapi La Nina?

Penulis

@zaza_ridwan

Senin, 2 November 2020

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami