Ilustrasi: Lockdown - (foto by anadolu agency)

‘Lockdown’ adalah Globalisasi Al-Quran

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idCATATANKAKI – Suatu ketika di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Usai membeli beberapa lembar batik, saya ke lantai atas, di mana terdapat kios klitikan. Ada teman menyebutnya kios rongsokan. Saya mencari buku-buku bekas. Menurut teman di Asrama Mahasiswa Sawerigading, kadang ada satu-dua kios yang menjual buku bekas dan itu buku langka alias tak ada lagi dijual bebas di toko-toko buku.

Tepat sekali. Saya ketemu kios -sebenarnya lebih tepat disebut lapak- yang banyak tumpukan buku. Penjualnya seorang pria paruh baya. Ada belasan buku dengan judul yang sama diikat jadi satu menggunakan tali rafia, dan sebagian lagi ditumpuk secara acak. Meski barang bekas, buku-buku tersebut ternyata dirawat dengan baik.

Saya memilah sekitar 14 buku, lalu menanyakan harganya. Alhamdulillah harga terjangkau bin ramah di dompet. Salah satu buku yang saya beli, pada sampulnya yang dominan hitam, ada judul besar: Pemerintahan Akhir Zaman. Buku setebal 305 halaman ini adalah kumpulan artikel akademisi dan peneliti dari berbagai negara, seperti Iran, Inggris, dan Italia. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Al-Huda setelah melalui proses alih bahasa.

Saya sudah membaca semua isi dari buku ini sekembalinya saya ke Sinjai. Namun pada Sabtu kemarin saya kembali mengambilnya dari rak buku rumah baca. Saya ingat pada salah satu artikel di buku ini relevan dengan kondisi hari ini: virus corona Covid-19.

Yang saya cari ada pada halaman 287. Adalah artikel S. Makki. Judulnya ‘Globalisasi dalam Al-Quran: Penyederhanan dan Penyempurnaan’. S. Makki adalah peneliti di Islamic Centre of England. Ia mengulas perbedaan Globalisasi Al-Quran dan Globalisasi Barat. Menurut S. Makki, Globalisasi Al-Quran merupakan sarana untuk membasmi segala penyakit parah dan berbahaya yang telah membunuh banyak manusia. Sementara Globalisasi Barat membuka batas-batas dari beberapa negara tanpa pengontrolan, dan pembatasan tertentu telah memungkinkan dan membiarkan penyebarluasan dan penularan penyakit-penyakit yang mematikan.

Jika saya menafsirkan artikel S. Makki tentang Globalisasi Al-Quran dan Globalisasi Barat, maka upaya karantina wilayah, lockdown atau apalah istilahnya — yang pasti bukan download — adalah bagian dari penerapan Globalisasi Al-Quran. Berarti sejalan dengan ayat-ayat Allah SWT. Sementara penganut paham Globalisasi Barat, saya pikir sudah jelas, S. Makki mengulasnya dengan tajam.

Saat melanda Wuhan, Cina dan menyebabkan kematian di belahan bumi lainnya, sejumlah pihak lalu mengaitkannya dengan perang dagang Cina vs US. Lalu ada aksi karantina wilayah atau lockdown untuk mencegah penularan virus. Bahkan Saudi Arabia menutup akses untuk pelaksanaan umrah. Dan Indonesia hari ini masih berkutat pada warganya yang mendadak jadi ulama, dokter, jumpa pers, kasta kaya dan miskin, serta bangun tengah malam memasak telur, katanya tolak bala corona.

Jika analis, peneliti Islam di seantero dunia membaca dan menukil ayat-ayat Al-Quran saat membuat artikel, kenapa tidak kita, termasuk saya, mencoba hal yang sama: mentadabburi Al-Quran, dan buku-buku bacaan yang relevan dengan kondisi saat ini? Mumpung lebih banyak di rumah, kan?

Penulis,

Zaza Ridwan

Sinjai, 13 Agustus 2020

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami