Ilustrasi : Pintu otomatis - (foto by zaza ridwan)

Membaca Pintu Otomatis

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idCATATANKAKI – Saya, dan mungkin Anda, pernah ke salah satu mal atau pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Makassar, misalnya. Umumnya, pintu masuk ke pusat perbelanjaan ini serba otomatis. Tidak perlu bersusah payah mendorong atau menarik gagang pintu. Bahkan bisa terbuka, cukup dengan melambaikan tangan atau mengedipkan mata.

Zaman memang sudah serba canggih. Semua bekerja secara otomatis. Termasuk pintu yang terbuka sendiri karena adanya sensor dan aplikasi. Sensor ini mampu mendeteksi keberadaan manusia atau objek lain yang bergerak, dan akan melewati pintu tersebut.

Ketika menangkap ada gerakan, maka sensor langsung mengaktifkan sistem untuk menggerakkan motor, yang dapat membuka ataupun menutup pintu tersebut secara otomatis. Jadi tidak soal mau belanja atau sekadar cuci mata di mal, pintu akan terbuka otomatis.

Umumnya pintu otomatis ini menggunakan teknologi sensor PIR atau Passive Infra Red. Untuk penemuan satu ini, patutlah kita berterima kasih kepada astronom bernama Sir William Herschel. William adalah peletak dasar penggunaan sinar inframerah. Ia melakukan ujicoba sejak abad ke-19. Lalu berkembang hingga saat ini, dengan macam-macam penemuan atau inovasi.

William Herschel dan ilmuwan lainnya melewati berbagai proses sebelum bereksperimen. Mereka adalah orang-orang hebat karena melakukan kerja-kerja literasi. Saya mengutip dari laman daring Saintif, dikatakan, para ilmuwan ini memiliki buku catatan yang berperan penting dalam capaian mereka. Mereka senang melakukan observasi dan sering sekali menemukan ide-ide baru, dan buku catatan membantu mereka untuk mendokumentasikannya.

Tentu, para ilmuwan ini juga pembaca ulet. Mereka membaca karya-karya ilmuwan sebelum mereka, sebagai pemantik untuk berinovasi. Mungkin termasuk membaca tanda-tanda alam, dan memprediksi kebutuhan manusia di masa datang lalu membuat berbagai eksperimen. Teknologi sinar infrared, misalnya.

Soal kebiasaan membaca, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), defenisi membaca bukan sekadar melihat susunan huruf dan kata. Membaca menurut KBBI adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Sekali lagi, membaca adalah melihat serta memahami isi tulisan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita menemukan beberapa alasan, mengapa aktivitas membaca dilakukan. Ada yang membaca sekadar menyalurkan hobi, ada yang membuka buku hanya pada saat tertentu, misalnya mencari referensi tugas kuliah. Bahkan ada yang menjadikan bahan bacaan sebagai pengantar tidur.

Namun ada yang lebih parah, yakni memutuskan sebuah perkara tanpa membaca tuntas pokok perkaranya. Akhirnya tidak tuntas memahami. Anehnya, lihai mengetuk palu sidang sebagai tanda persetujuan. Anda pada kategori yang mana?

Pada setiap proses kehidupan, ada upaya instan dan tersedia pula langkah setahap demi setahap. Jika ingin membentuk karakter diri dan merasakan prosesnya, hindari cara-cara Instan. Seperti ilmuwan yang butuh proses bertahun-tahun untuk sebuah penemuan. Gagal, coba lagi. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka berhasil. Berhasil karena mereka membaca, memahami, serta melakukan dengan tekun dan sabar.

Penulis

@zaza_ridwan

15 Oktober 2020

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami