Shelter untuk bertahan hidup di alam bebas - (foto by TA outdoor / youtube)

Mengenal ‘Rules of 3’ Dalam Survival

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idDESTINASI – Bagi Anda yang gemar berkegiatan di alam bebas, Rules of 3 atau prinsip angka tiga dalam survival adalah hal yang mungkin wajib Anda ketahui. Prinsip angka tiga ini merupakan pengingat kita akan urutan terpenting faktor-faktor yang bisa mempengaruhi keberlangsungan hidup ketika dihadapkan pada situasi survival.

Prinsip angka 3 dalam survival adalah:
1. Kita dapat bertahan hidup selama 3 menit tanpa oksigen
2. Kita dapat bertahan hidup selama 3 jam tanpa shelter dalam lingkungan yang keras
3. Kita dapat bertahan hidup selama 3 hari tanpa minum
4. Kita dapat bertahan hidup selama 3 minggu tanpa makan

Prinsip tersebut berlaku secara berurutan dimana yang pertama adalah yang paling menunjuang kehidupan kita yaitu oksigen. Pastinya kita tidak akan mengkhawatirkan soal makanan jika saat ini kita berada pada kondisi hipotermia karena yang harus kita khawatirkan adalah ketersediaan oksigen dan tempat berlindung supaya tubuh kembali hangat. Dirangkum Katakerja.id dari IndoSurvival, berikut penjelasannya:

Oksigen

Berterimakasihlah karena oksigen yang kita hirup sekarang ini gratis. Pada kondisi tertentu kita bisa berhenti bernapas di karenakan oleh beberapa sebab seperti tenggelam, serangan jantung, dsb. Salah satu cara yang bisa dicoba untuk mengembalikan nafas adalah dengan melakukan CPR atau pompa jantung.

Seseorang juga bisa kesulitan bernafas dikarenakan asma, penyakit jantung, serta berada pada ketinggian minim oksigen, sehingga membawa obat-obatan pribadi dan tabung oksigen darurat sangat direkomendasikan saat melakukan kegiatan di alam bebas.

Lalu berapa lama seseorang dapat bertahan tanpa oksigen?

Di luar keadaan darurat manusia biasanya bisa menahan napas tanpa kesulitan sekitar 30-60 detik atau sedikit lebih lama bila memang dibutuhkan. Pada seseorang yang memang terlatih, diketahui manusia bisa bertahan tanpa oksigen selama 20 menit-an seperti yang dilakukan oleh penyelam Stig Severinsen dari Denmark pada tahun 2012.

Ketika tubuh kekurangan oksigen lebih lama dari itu akan terjadi kerusakan-kerusakan cepat pada sel akibat tak ada energi yang bisa dipakai. Dalam hal ini organ yang paling rentan adalah otak. Otak adalah organ yang sangat aktif secara metabolik. Dia butuh oksigen untuk menghasilkan energi agar bisa berfungsi dan tanpanya ia akan mati.

Shelter (Tempat Berlindung)

Kenapa shelter begitu penting? Pada cuaca yang bagus dan malam yang cerah, kita memang bisa hidup di luar ruangan . Namun pada hari hujan, suhu dingin, dan cuaca ekstrim, tubuh kita akan sangat cepat untuk ngedrop/melemah. Salah satu yang sangat menghantui adalah terkena hipotermia jika suhu badan kita terlalu dingin. Hipotermia jika dibiarkan tanpa perlindungan maka dalam hitungan jam nyawa kita akan melayang.

Selain suhu dingin, suhu panas di luar kewajaran akan membuat kita kehilangan banyak cairan serta mengakibatkan terbakarnya kulit sehingga membuat nyawa kita dapat terancam dalam hitungan jam. Hidup tanpa tempat berlindung juga membuat kita rentan akan serangan binatang buas, seperti ular, harimau, serigala dan binatang lainnya.

Adanya tempat berlindung membuat kita merasa aman baik secara fisik maupun psikologis. Saat kita sakit, keberadaan tempat berlindung akan sangat membantu. Maka dari itu, shelter mmenjadi prioritas saat bertahan hidup.

Air & Makanan

Hal ini pastinya sudah sering kita dengar bahwa kita hanya bisa bertahan hidup selama kurang lebih tiga hari tanpa minum dan dua sampai tiga minggu tanpa makanan. Tentunya perkiraan tersebut bisa lebih atau kurang tergantung faktor lainnya yang mempengaruhi.

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami