Suasana malam di Puncak Tinambung - (foto by bobay)

Puncak Tinambung, Rindu yang Selalu Memanggilmu Pulang

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, DESTINASI Bagi para pecinta wisata alam, Puncak Tinambung adalah salah satu destinasi favorit yang terus memantik rindu. Berjarak sekitar 40 km dari Kota Makassar, hanya butuh waktu kurang dari sejam untuk tiba di lokasi yang terletak di Desa Bissoloro, Kecamatan, Bungaya, Kabupaten Gowa tersebut.

Jejeran hutan pinus yang tertata rapi di sepanjang jalan akan menyambut kehadiran para pengunjung. Bau harum tanah dan hijaunya pepohonan menjadi penawar rindu akan suasana pedesaan yang segar dan alami.

Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati teduhnya alam dan seluruh fasilitas yang berada di lokasi tersebut. Para pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 5000 per orang untuk harga tanda masuk.

“Ini hanya berlaku untuk orang dewasa. Untuk anak di bawah umur 12 tahun, free (gratis, red),” jelas, bobay Fajar Purna, pengelola Puncak Tinambung kepada KataKerja.id.

Senja di Puncak Tinambung – (foto by bobay)

Menurutnya, sejak tahun 2017, Puncak Tinambung berada di bawah pengelolaan CV. Macaca, sebuah badan usaha yang digawangi anak-anak muda kreatif yang selama ini dikenal sebagai pengagas dan pelaksana event bertajuk Musik Hutan.

Selain berbalut teduhnya hutan pinus, Puncak Tinambung juga menawarkan beragam pilihan yang memanjakan mata dan hati para pengunjung. Salah satunya yakni indahnya matahari tenggelam di Selat Makassar.

Para pengunjung kian dibius oleh hamparan keindahan alam di ufuk barat sesaat setelah matahari tenggelam. Satu persatu lampu di Kota Makassar dan kabupaten sekitarnya akan menyala dan berpendar bak kunang-kunang.

Gemerlap lampu Kota Makassar terlihat dari Puncak Tinambung – (foto by bobay)

Kepada KataKerja.id, Bobay mengungkapkan bahwa beragam fasilitas telah disiapkan untuk memanjakan para pengunjung. Di antaranya berupa warung makan yang menyiapkan minuman dan penganan ringan seperti kopi, teh dan pisang goreng. “Kami juga menyiapkan paket sarapan dan makanan malam untuk para pengunjung yang ingin nginap,” terangnya.

Bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi bermalam di Puncak Tinambung, pihak pengelola lanjut Bobay, menyiapkan paket camping (nginap, red),. Paket ini termasuk welcome drink, sarapan, makan malam serta air mineral segalon. “Untuk paket per 5 orang, kami mematok tarif 50 ribu rupiah per orang,” papar Bobay.

Paket yang ditawarkan pihak pengelola ini umumnya diminati kalangan keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Termasuk pula dari kalangan anak muda dan corporate. “Untuk paket ini, peralatan camping bawa sendiri,” imbuhnya.

Para pengunjung menikmati indahnya sunset di Puncak Tinambung – (foto by bobay)

Bagi pengunjung yang ingin nginap di gazebo, pihak pengelola mematok harga Rp 350 ribu untuk 4 orang. Kata bobay, “Ini juga include welcome drink, sarapan, makan malam dan segalon air.”

Atas nama kenyamanan, Bobay menerangkan bahwa pengelola membatasi pengunjung yang ingin nginap, maksimal 50 orang per malam.

Mushala, aula pertemuan hingga toilet menjadi fasilitas tambahan di Puncak Tinambung yang juga disiapkan pengelola untuk kenyamanan pengunjung.

Satu hal yang menarik, tak hanya menawarkan indahnya pemandangan, pihak pengelola pun membuat aturan sebagai upaya terhadap perlindungan alam. “Puncak Tinambung bebas sampah plastik. Kami melarang para pengunjung untuk membawa minuman kemasan sekali pakai. Makanya yang mau camp (nginap, red) kami siapkan air galon. Termasuk mewajibkan buang sampah di tempat yang telah kami sediakan,” jelas Bobay. Selain itu, tambahnya, para pengunjung diwajibkan membawa tumbler. Bagi yang tak membawa, pengelola menyiapkan tumbler.

Sementara untuk tetap menjaga kelestarian alam di area Puncak Tinambung, pengelola mengharamkan para pengunjung menebang pohon dan menyalakan api unggun di sembarang tempat selain di tempat yang telah ditetapkan pengelola. Bobay bilang, “Kami telah menyiapkan tempat khusus buat yang ingin menikmati sensasi api unggun, termasuk yang ingin barbekyu.”

Di masa ‘New Normal’ saat ini, Puncak Tinambung ditutup untuk pengunjung di hari Selasa hingga Kamis.“Kami hanya buka di hari Jumat sampai Senin. Itu pun dengan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Buat yang ingin reservasi, bisa menghubungi kami di nomor 0878 0837 4758 (Ibe)  atau 0813 5515 5609 (Bobay).”

Malam sudah menua ketika KataKerja.id mengakhiri wawancara dengan pengelola. Beberapa pengunjung terlihat masih enggan beranjak dari depan tenda mereka. Ada yang bersenda gurau, ada yang menepi dalam diamnya. Pendar lampu Kota Makassar nun jauh di arah barat serta dinginnya Tinambung masih menjadi penawar melawan kantuk.

Puncak Tinambung memang ibarat rindu. Jauh dari riuhnya bising kendaraan menjadikan Puncak Tinambung destinasi yang tepat untuk menghabiskan waktu senggang bersama keluarga dan kerabat. Berada di tengah dekapan hijaunya hutan pinus, wajar kiranya Puncak Tinambung menjadi rindu yang terus memanggil para pecinta wisata alam untuk kembali pulang.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami