Ilustrasi : Roti - (foto by int)

Tentang Roti

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idCATATANKAKI – Dulu sekali, roti adalah makanan mewah yang amat saya sukai. Mamak saya, pernah bekerja di sebuah pabrik roti, yang saya tak pernah ingat di mana letaknya. Yang jelas, tempatnya jauh dari perkotaan, dikelilingi oleh pepohonan dan rumput-rumput yang menjulang setinggi pinggang. Juga areanya seperti rawa.

Di tengah-tengah itulah, sebuah bangunan beratapkan seng berdiri, dan saban hari mengeluarkan asap pekat melalui cerobongnya. Sangat luas menurut ukuran saya yang berumur hampir 5 tahun saat itu. Tempat ini tanpa sekat, dipenuhi dengan oven-oven besar yang mulai menghitam permukaannya.

Para pekerja berlalu lalang, dengan penutup kepala, celemek dan kulit mengkilap disesaki keringat. Saya bersama adik yang berusia sekitar 2 tahun, akan selalu duduk di pintu dekat security. Menyaksikan lalu lalang orang dan menikmati gemuruh yang berasal dari oven yang tak berhenti bekerja.

Aroma roti adalah bagian yang amat saya sukai. Ia menyusup ke hidung tanpa permisi dan menyesak ke perut, yang kemudian akan melompat-melompat ingin mencicipi. Biasanya, ketika mulai lelah dengan pemandangan itu, saya akan membawa adik saya keluar, ke rawa-rawa di belakang pabrik, memetik bunga-bunga semak yang berwarna putih, membiarkan serbuknya berserakan di atas tangan, yang kemudian akan saya tiup, dan terbang bersama angin.

Sesekali kami akan menangkap capung, hanya untuk melihatnya lebih dekat. Adik saya kala itu, sangat menyukainya. Saking gemasnya ia kadang membuat capung kehilangan sayap. Ketika telah menginjak sore, bapak security akan memanggil kami, pertanda mamak telah selesai bekerja.

Kami akan berlari kegirangan, bukan karena akan pulang, tapi karena kami akan segera mencicipi sepotong roti, yang biasanya telah hangus sebagian. Roti-roti yang hangus itu tak layak jual, tapi layak untuk kami nikmati, sambil berjalan pulang, dibonceng sepeda.

Setiap kali saya mencium aroma roti, ataupun melihat roti, seketika pikiran saya melayang pada sebuah roti hangus, yang mamak saya suapkan ke mulut saya, dan betapa berbinarnya mata saya kala itu. Seandainya saya bisa mengingat lebih detail tempat itu.

Penulis

Ni Luh  Puspa (Jurnalis Kompas TV)

10 Februari 2018

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami