Tuhan Memang Baik!

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idCATATANKAKI – Di penghujung saya menyelesaikan sekolah dasar, saya dan nenek duduk berbincang, sepulang kami dari kebun. Dia bilang “Setelah lulus ini, kamu cari kerja saja, ke kota, jadi pembantu atau apa, saya gak punya uang sekolahkan kamu.”

Deg. Jantung saya tersentak. Saya sangat menyukai sekolah, meskipun gak pintar-pintar amat. Saya sudah bertekad ingin sekolah terus, sampai saya bisa membahagiakan dan membanggakan kakek dan nenek, orang tua, adik-adik dan semua keluarga. Saya selalu bermimpi, bisa sampai sarjana. Tapi obrolan sore itu sungguh membuat saya hampir menangis.

Tapi saya tidak menyalahkannya, dia tidak punya pilihan, dia sudah berbuat banyak untuk merawat saya, hingga saya bisa hidup. Selesai mandi, saya sembahyang, dan berkata ” Tuhan, tolong bantu saya, saya ingin sekolah, saya janji akan belajar giat, dan bekerja keras.”

Tuhan bekerja dengan cara ajaib, persis di detik-detik terakhir, saya bertemu ibu, seorang guru SMP yang dinikahi bapak saya. Saya kemudian bisa sekolah.

Perjuangan menyelesaikan masa-masa sekolah SMP hingga SMA sungguh hebat. Saya harus membagi waktu antara sekolah, dan bekerja paruh waktu, dari menjadi ART hingga pemetik buah. Di sekolah saya gak pintar-pintar amat, gak baik-baik amat, masih suka malas, dan bolos, khas remaja, sampai saya kemudian menyelesaikan sekolah hingga SMA.

Bagaimana dengan kuliah? Saya tidak sanggup, tidak ada biaya. Saya memilih bekerja, dengan tujuan menabung, nanti lanjut kuliah.

Saat saya akhirnya bisa kuliah, saya sering mendapat sindiran, kalau tidak ingin saya katakan bullying. Misalnya, “Eh, kakak aku seusia kamu udah S2 loh”, atau, “Eh, kok udah umur segini baru kuliah sih, emang masih inget pelajaran.” Dan banyak lagi.

Mungkin terdengar biasa saja. Tapi, hal itu membuat saya minder. Dan cenderung menyalahkan asal muasal saya, seperti, “Ah, andai orang tua saya begini, begitu, saya pasti gak dibeginiin, saya pasti udah kayak si A si B”, dan masih banyak lagi. Hal ini, pun masih saya rasakan. Masih sering berpikir, duh udah seusia gini baru bisa ini, padahal yang lain lebih muda tapi udah bisa begitu.

Tapi Tuhan memang baik, Ia selalu mengingatkan saya untuk bersyukur pada kehidupan yang sudah Ia berikan, misalnya dengan mempertemukan saya dengan begitu banyak anak-anak yang sedang berjuang untuk bisa meraih mimpi, untuk bisa sekolah.

Hal itu yang membuat saya selalu ingin membantu lebih banyak anak-anak bisa sekolah, karena saya tau rasanya susah sekolah. Saya belum punya banyak untuk membantu, tapi saya ingin anak-anak itu punya banyak harapan pada masa depan. Mungkin nanti dia akan sukses, dan membantu anak-anak lain. Tuhan memang ajaib, yah.

Penulis, 

Ni luh Puspa (Jurnalis Kompas TV)

23 Januari 2020

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami