Muhammad Dirham - (foto dok pribadi)

Valentine Day dan 23 Hari Mengurus Cinta di Ulumanda

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, CATATANKAKI – Anak muda bertubuh ceking, berambut sebahu yang senyum tak pernah lepas dari garis bibirnya itu bernama Muhammad Dirham.

Ia mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM). Mahasiswa lama, angkatan 2013. 

Ketika para relawan dari seluruh pelosok negeri bergerak menuju Sulawesi Barat, pasca gempa bumi Jumat, 15 Januari 2021 lalu, ia memilih terlibat di aksi penggalangan dana bersama rekan-rekannya di Mahasiswa Pecinta Alam Sultan Alauddin (Mapalasta) UINAM. Receh demi receh dikumpulkannya untuk para korban gempa. 

Dengan menumpang sebuah truk pengangkut bantuan yang disewa oleh sejumlah organisasi wartawan, ia pun akhirnya berangkat ke Sulawesi Barat pada Jumat, 22 Januari 2021.

Di atas truk, ia bergabung bersama sejumlah mahasiswa pecinta alam dari beberapa perguruan tinggi, termasuk rekan-rekannya dari Mapalasta. Dan di atas truk berisi tumpukan bantuan itu, ikut pula terselip motornya! “Motorku saya bawa, biar di sana ada yang bisa dipake buat kendaraan operasional,” terangnya. 

Ketika sebagian besar relawan memilih Mamuju sebagai tujuan, ia memutuskan ke Ulumanda, sebuah kecamatan di Majene. Pasca gempa, sejumlah desa di daerah pegunungan di kawasan itu memang terisolir. Longsor memutus akses jalan. 

Bersama para relawan lainnya, ia pun mengunakan sebuah rumah warga yang ditinggal pemiliknya mengungsi di Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda.

Hari demi hari dilaluinya dengan mengurus logistik, pendataan, distribusi hingga menjadi teman bicara bagi para korban gempa di dusun-dusun yang terisolir. Beratnya medan dan beban yang harus dipanggul membuatnya sesekali harus berkompromi dengan betisnya, juga pundaknya.

Puluhan hari berlalu, ia kini masih memilih bertahan di Ulumanda. Koordinator Relawan Gabungan Mahasiswa Pecinta Alam itu kini menjadi satu-satunya relawan dari Mapalasta UINAM yang masih bertahan di Ulumanda. 

Rekan-rekannya yang lain sejak beberapa hari lalu telah ‘pulang kampung’ ke Makassar. “Banyak yang harus balik karena harus urus kuliah. Ada yang mau KKN, ada yang mau bayar SPP,” kata Dirham yang oleh rekan-rekannya sesama anak Mapala akrab disapa dengan nama lapangannya, Bulbul.

Hari ini, genap 23 hari telah dilaluinya bersama para penyintas gempa. Ia sebenarnya harus mempersiapkan wisudanya di April mendatang. Tapi kenyataan berkata lain. Ia memutuskan untuk tetap bersama kemanusiaan dan cinta mengurus para korban gempa. “Hahahaha…saya sudah minta tolong teman untuk bantu uruskan yudisiumku. Insya Allah saya wisuda tahun ini,” jelasnya sambil tertawa ketika diingatkan akan tanggungjawabnya sebagai mahasiswa.

Dan hari ini, Minggu, 14 Februari 2021, ketika seisi dunia merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, ia memilih berbagi kasih dengan para korban gempa. Bukan dengan sebatang cokelat atau setangkai mawar, tapi dengan keikhlasan dan setulus-tulusnya cinta pada kemanusiaan. Selamat anak muda, banggaku padamu!

 

Penulis,

Abo Stanley

Makassar, Minggu 14 Februari 2021

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

About Us

Katakerja.id adalah perusahaan pers dengan platform berita berbasis online yang dibuat berlandaskan kaidah-kaidah jurnalisme yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberi manfaat dalam upaya menghadirkan optimisme dan menciptakan semangat positif di negeri ini.

Office

©2021  |  

katakerja.id  |  

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami